haii kalian semua,untuk kali ini saya ingin bercerita tentang bagaimana saya,sebagai mahasiswa politeknik keuangan negara STAN menjalani semester pertama saya di sini. pasti kalian pada penasaran kan sama cerita saya ? hahaha.. oke langsung kita mulai yaa..
sebenernya saya agak bingung mau mulai cerita dari mana,soalnya terlalu banyak cerita menarik yang saya alami disini,oh iya untuk kalian yang belum tau,saya itu mahasiswa jurusan DIII kepabeanan dan cukai,menurut saya jurusan bea cukai itu jurusan yang paling beda dari jurusan-jurusan yang lain,mulai dari cara pendidikan nya yang nerapin sistem semi militer sampai kepelajarannya yang bener bener beda dari universitas universitas,karena sekolah yang mempelajari tentang bea cukai cuma di politeknik keuangan negara STAN..
PKN STAN itu sekolah tinggi yang udah saya idam idamkan dari lama selain ITB,karena disini itu gak ada yang namanya bayar UKT sampai lulus nanti dan kalo lulus nanti bisa langsung kerja,gak ngerepotin orang tua dan yang pasti ngebanggain orang tua kita juga kan,nah semester pertama ini tuh semester penyesuaian buat saya,karena saya bener bener gak tau sama sekali yang namanya kuliah itu gimana,awal nya saya sempat berkecil hati karena orang orang yang masuk ke STAN itu orang pilihan,orang yang bener bener pinter,sedangkan saya orang yang biasa biasa aja.. jadi jujur saya kurang bisa cepat menyesuaikan dengan pelajaran,dan terlebih lagi di jurusan bea dan cukai itu ada yang namanya LT atau kepanjangan dari Leadership Training,leadership training ini dilaksanakan bersamaan dengan perkuliahan,selama kurang lebih 4 bulan diangkatan saya (karena setiap angkatan lama nya leadership training ini berbeda beda) leadership training ini bukan menjadi halangan buat saya untuk belajar lebih giat dari anak anak jurusan lain,walaupun leadership training ini memang menyita waktu kita buat belajar,dan juga menyita tenaga kita.. tapi saya sangat bangga dengan jurusan bea dan cukai ini,karena dijurusan ini pada dasarnya menghilangkan yang namanya tak acuh atau biasa di sebut dengan apatis,di jurusan ini senior mengajarkan kita untuk tidak apatis satu sama lain,saling menolong dan bahu membahu membantu teman yang sedang kesulitan,seperti membantu teman yang terkena musibah,membantu mengajarkan teman yang tidak mengerti di mata perkuliahan tertentu, tetapi tidak mengajarkan kita untuk bantu membantu dalam konteks hal yang buruk,seperti mencontek atau prilaku yang tidak baik lainnya.
dengan ada nya ajaran seperti ini saya merasa terbantu karena teman teman saya tidak apatis,jika saya tidak mengerti,dia akan mengajarkan nya sampai saya mengerti. di jurusan bea cukai ini juga ada mata kuliah yang unik,seperti identifikasi barang,undang undang kepabeanan dan juga undang undang cukai,dulu saya hanya belajar undang undang dasar 1945,sekarang ada undang undang yang saya pelajari selain itu hehehe dan banyak lagi mata kuliah yang saya baru tau. pertama kali nya UTS waktu itu,jujur saya sangat panik dan takut karena di STAN ada iming iming DO jika IP yang saya peroleh itu di bawah 2.75. teman teman saya disini sangat rajin semua,sangat berbeda dibandingkan dengan di SMA,jika ada kuis mereka sering bilang "enggak tau,semalem aku belum belajar" taunya nilai mereka besar besar,saya jadi makin panik waktu itu dan agak keteteran mengejar pelajaran, tapi di STAN itu enaknya ada yang namanya tentir,tentir ini adalah semacam belajar bareng gitu yang biasanya ada 1 orang yang paham sama pelajarannya,nanti orang ini yang ngajarin kita kita yang gak ngerti di pelajaran ini. kalo saya tanya ke teman saya yang kuliah di universitas lain gak ada yang namanya tentir dan mereka lebih cenderung kepada individualis atau apatis,mereka gak mikirin kondisi temennya yang gak ngerti sama pelajaran tertentu,jadi walaupun di STAN ada iming iming DO tapi enaknya ada tentir ini,H-seminggu UTS atau UAS pasti di seluruh penjuru kawasan STAN penuh sama anak anak yang belajar bareng,karena mereka gak mau kalo ada temennya yang DO.. tapi walaupun ada yang namanya tentir ini,bukan berarti kita bisa dapet nilai besar,karena semuanya itu kembali lagi ke diri kita sendiri mau belajar atau engga..
penyesuaian ini ngebuat saya yang dulunya males belajar jadi belajar,yang dulunya gak pernah belajar sampe larut malam sekarang kalo belajar jadi gak inget waktu, dan banyak lagi, terutama karena ada nya Leadership Training yang ngebuat saya jauh berubah dari jaman SMA dulu.. saya sangat bangga bisa masuk Politeknik Keuangan Negara STAN,untuk itu saya akan belajar lebih giat,giat dan giat lagi agak bisa dapat nilai yang memuaskan dan tentunya gak DO, saya udah banggain orang tua saya dengan saya masuk ke STAN,dengan itu saya juga harus ngebanggain mereka dengan lulus dari STAN.. Aamiin
mungkin cuma itu ya teman teman yang bisa saya ceritain dari pengalaman saya,semoga informasi ini bermanfaat buat kalian yang baca dan tentunya mau masuk ke PKN STAN, terima kasih semuanyaaa......
Saya Adalah
Minggu, 04 Februari 2018
Jumat, 02 Februari 2018
Pengalaman Menelepon dan Menerima Telepon Resmi Bravo Bea Cukai
Bonjour! Selamat malam teman-teman blogger. Kali ini saya akan berbagi pengalaman menelepon dan menerima telepon resmi di Bravo Bea Cukai.
Sebagai upaya meningkatkan pelayan kepabeanan dan Cukai di Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai pusat layanan informasi bagi masyarakat ataupun semua pihak yang membutuhkan informasi tentang sistem, teknis maupun prosedur kepabeanan dan cukai di Indonesia. Dalam menyampaikan informasi, salah satunya menggunakan media telepon, tentunya dalam hal ini yang digunakan adalah telepon resmi.
Pertama, adalah sebagai penerima telepon. Tentunya, sebagai penerima telepon adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang bertugas memberikan informasi dan menerima keluhan dari masyarakat. Dalam hal ini, penerima telepon dituntut untuk dapat memahami apa yang disampaikan oleh penelepon, baik itu sebuah informasi ataupun sebuah keluahan yang dialami oleh penelepon. Selanjutnya, sebagai penerima telepon harus dapat bersikap sebagaimana mestinya dengan menunjukan ketenangan dalam menjawab, intonasi yang pas, dan juga pemilihan kata yang cocok sehingga penelepon akan yakin bahwa informasi atau keluhan yang diberikan dapat diterima dan diselesaikan dengan baik. Intinya, sebagai penerima telepon yang baik harus dapat bersikap dan memahami apa yang disampaikan oleh penelepon sehingga hal-hal penting yang disampaikan oleh penelepon dapat diterima dengan baik.
Yang kedua, sebagai penelepon. Sebagai penelepon yang baik yang pertama kali harus dilakukan adalah memberitahukan identitas dan tujuan dalam menelepon, baik itu sebuah informasi ataupun sebuah keluhan. Tentunya, informasi atau keluhan yang kita sampaikan harus jelas dan mendetail sehingga poin-poin penting dapat diterima dengan baik oleh penerima telepon. Dalam pengalaman saya, jika kita mendapati suatu masalah atau kesulitan, menelepon call center merupakan langkah yang cukup efisien dan mudah dalam upaya menyelesaiakan masalah atau kesulitan yang kita hadapi.
Kesimpulanya, menjadi penerima telepon dan penelepon akan terjalin komunikasi yang baik jika kedua-duanya melakukan dengan prosedur dan tata cara yang berlaku, dengan tujuan akhir jika kita membutuhkan atau mempunyai informasi maka informasi tersebut akan tersampaikan dengan baik dan jika kita mempunyai masalah maka masalah tersebut akan ditemukan solusinya.
Sebagai upaya meningkatkan pelayan kepabeanan dan Cukai di Indonesia, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mempunyai pusat layanan informasi bagi masyarakat ataupun semua pihak yang membutuhkan informasi tentang sistem, teknis maupun prosedur kepabeanan dan cukai di Indonesia. Dalam menyampaikan informasi, salah satunya menggunakan media telepon, tentunya dalam hal ini yang digunakan adalah telepon resmi.
Pertama, adalah sebagai penerima telepon. Tentunya, sebagai penerima telepon adalah pegawai Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) yang bertugas memberikan informasi dan menerima keluhan dari masyarakat. Dalam hal ini, penerima telepon dituntut untuk dapat memahami apa yang disampaikan oleh penelepon, baik itu sebuah informasi ataupun sebuah keluahan yang dialami oleh penelepon. Selanjutnya, sebagai penerima telepon harus dapat bersikap sebagaimana mestinya dengan menunjukan ketenangan dalam menjawab, intonasi yang pas, dan juga pemilihan kata yang cocok sehingga penelepon akan yakin bahwa informasi atau keluhan yang diberikan dapat diterima dan diselesaikan dengan baik. Intinya, sebagai penerima telepon yang baik harus dapat bersikap dan memahami apa yang disampaikan oleh penelepon sehingga hal-hal penting yang disampaikan oleh penelepon dapat diterima dengan baik.
Yang kedua, sebagai penelepon. Sebagai penelepon yang baik yang pertama kali harus dilakukan adalah memberitahukan identitas dan tujuan dalam menelepon, baik itu sebuah informasi ataupun sebuah keluhan. Tentunya, informasi atau keluhan yang kita sampaikan harus jelas dan mendetail sehingga poin-poin penting dapat diterima dengan baik oleh penerima telepon. Dalam pengalaman saya, jika kita mendapati suatu masalah atau kesulitan, menelepon call center merupakan langkah yang cukup efisien dan mudah dalam upaya menyelesaiakan masalah atau kesulitan yang kita hadapi.
Kesimpulanya, menjadi penerima telepon dan penelepon akan terjalin komunikasi yang baik jika kedua-duanya melakukan dengan prosedur dan tata cara yang berlaku, dengan tujuan akhir jika kita membutuhkan atau mempunyai informasi maka informasi tersebut akan tersampaikan dengan baik dan jika kita mempunyai masalah maka masalah tersebut akan ditemukan solusinya.
Selasa, 28 November 2017
MENGANALISIS PIDATO
ANALISIS PIDATO IBU SRI MULYANI
Tema : Sambutan kepada wisudawan PKN STAN
Link Youtube : https://www.youtube.com/watch?v=di5dhkSxpW8&t=671s
Metode retorika yang digunakan
Metode retorika yang digunakan ibu Sri Mulyani saat berpidato di acara wisuda PKN STAN 2016 adalah metode manuskript, karena pada video tersebut ibu Sri Mulyani menyampaikan pidato dengan membaca naskah atau membawa teks. sebagaimana pengertian dari retorika manuskript ialah pidato yang disiapkan secara tertulis atau membawa teks. namun pada video pidato yang berdurasi 23 menit itu Ibu Sri Mulyani tidak sepenuhnya membaca teks,melainkan hanya digunakan sebagai gambaran poin poin penting yang akan di sampaikan dalam pidato.
Diksi dan gaya bahasa yang digunakan
Gaya bahasa yang digunakan sederhana,tidak menggunakan kata atau kalimat yang sulit untuk di mengerti,ibu Sri Mulyani juga mengunakan gaya bahasa yang kritis dan bersemangat. serta mengunakan gaya bahasa yang intelektual sebagai seorang menteri keuangan.
Cara penyampaian (gaya,kejelasan dan artikulasi)
Gaya ibu Sri Mulyani saat penyampaian pidato yaitu tenang dan interaktif. pada video juga terlihat bahwa ibu Sri Mulyani tidak terburu buru dalam penyampaian pidatonya dan juga ia aktif berinteraksi dengan para hadirin,seperti meminta untuk para hadirin bertepuk tangan dan lain lain.
kejelasan serta artikulasi pidato ibu Sri Mulyani sudah sangat jelas,tidak ada kalimat yang sulit untuk di mengerti dan dipahami,semua kalimatnya sangat mudah untuk dimengerti.
Isi pidato
pidato yang saya analisis ini berisi tentang sambutan ibu Sri Mulyani selaku menteri keungan kepada wisudawan dan wisudawati mahasiswa PKN STAN 2016. pada pidato ini ibu Sri Mulyani menyampaikan bahwa kedepannya wisudawan dan wisudawati akan menjadi tulang punggung negara yang akan menjaga dan mengelola keuangan milik negara.
ibu Sri Mulyani beharap lulusan PKN STAN mampu memiliki sikap profesional,integritas tinggi,serta kemampuan untuk menjaga diri dari segala godaan. hidup anda adalah untuk mencari kemenangan dan kemenangan yang harus kita definisikan bukanlah kemenangan dalam bentuk pengumpulan materi.
Kesimpulan persuasi
sebagai menteri keuangan Republik Indonesia,Ibu Sri Mulyani memiliki tingkat persuasi yang tinggi ketika sedang menyampaikan pidatonya,ini dikarenakan saat penyampaian pidato ia menggunakan kata kata yang intelektual dan dapat membangun kepercayaan kepada para hadirin sehingga terjadi komunikasi yang baik.
Senin, 20 November 2017
ADA ADA AJA YA
Halo
semua,Sekarang saya mau cerita nih,ini sebenernya
kejadian yang cukup lucu sih,jadi kemarin itu saya baca berita tentang
sekumpulan anak muda yang nyekokin minuman beralkohol gitu ke binatang binatang
yang ada ditaman safari,nyekokin tuh maksudnya kaya ngepaksa gitu loh..
Jadi kronologisnya gini,katanya mereka itu
lagi liburan di bogor rame rame berkendara naik mobil,lebih tepatnya di kawasan
puncak berlima,nah setelah liburan itu di perjalanan pulang mereka berinisiatif
untuk main ke taman safari karena mereka fikir daripada terkena macet ya
mending sekalian menghabiskan waktu sore hari di taman safari,ketika mereka
lagi animal tour di dalam mobil,salah satu dari mereka ada yang iseng ngasih
minum minuman beralkohol ke satwa yang ada disana,kalo di liat dari
videonya,binatang yang yang di kasih minuman itu sih kuda nil sama rusa,mereka
juga pasti iseng gak mungkin niat buat ngelakuin hal gitu,apalagi sampe udah
ngerencanain hal itu sebelum sampe di taman safari,tapi gak menutup kemungkinan
juga sih..
Yang sangat di sayangin itu sebenernya tingkah laku mereka ini yang kekanak kanakan,padahal kalo diliat dari tampangnya yaa udah cukup dewasa buat mikir bahwa itu tuh hewan langka yang notabene bukan buat bahan bercandaan,apalagi sampe di kasih minuman beralkohol gitu kan. yang sangat disayangkan juga yaitu disatu sisi pihak Taman Safari Indonesia sebagai Lembaga Konservasi Eks-Situ, berupaya keras dan maksimal untuk menjaga, melestarikan satwa-satwa titipan negara. Tapi di satu sisi malah ada oknum yang justru dengan sengaja untuk menyakiti satwa dengan tindakan tindakan yang tidak baik.
Lebih bodohnya lagi kelakuan yang mereka buat ini di rekam menggunakan kamera dan di upload ke media sosial instagram untuk tujuan bahan tertawaan gitu,pihak taman safari juga katanya udah ngelaporin kelakuan buruk ini ke polisi setempat,tapi menurut berita yang saya baca pihak dari anak muda ini dateng ke polres bogor untuk mengklarifikasi prilaku mereka dan meminta maaf ke semua pihak yang dirugikan,terutama pihak taman safari indonesia ini.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pristiwa ini yaitu jangan berbuat hal konyol cuma buat kesenangan semata,apalagi hal yang diperbuat ini tuh merugikan orang lain bahkan satwa langka,dan dampak dari apa yang kita perbuat itu nanti nya bakalan ngerugiin diri kita sendiri juga,sampe berurusan dengan polisi juga lagi. jadi jaga sikap dimana pun kalian berada ya guys..
itu doang sih yang mau saya ceritain kali ini,semoga aja bermanfaat ya,makasih semuanyaa...
Yang sangat di sayangin itu sebenernya tingkah laku mereka ini yang kekanak kanakan,padahal kalo diliat dari tampangnya yaa udah cukup dewasa buat mikir bahwa itu tuh hewan langka yang notabene bukan buat bahan bercandaan,apalagi sampe di kasih minuman beralkohol gitu kan. yang sangat disayangkan juga yaitu disatu sisi pihak Taman Safari Indonesia sebagai Lembaga Konservasi Eks-Situ, berupaya keras dan maksimal untuk menjaga, melestarikan satwa-satwa titipan negara. Tapi di satu sisi malah ada oknum yang justru dengan sengaja untuk menyakiti satwa dengan tindakan tindakan yang tidak baik.
Lebih bodohnya lagi kelakuan yang mereka buat ini di rekam menggunakan kamera dan di upload ke media sosial instagram untuk tujuan bahan tertawaan gitu,pihak taman safari juga katanya udah ngelaporin kelakuan buruk ini ke polisi setempat,tapi menurut berita yang saya baca pihak dari anak muda ini dateng ke polres bogor untuk mengklarifikasi prilaku mereka dan meminta maaf ke semua pihak yang dirugikan,terutama pihak taman safari indonesia ini.
Pelajaran yang bisa kita ambil dari pristiwa ini yaitu jangan berbuat hal konyol cuma buat kesenangan semata,apalagi hal yang diperbuat ini tuh merugikan orang lain bahkan satwa langka,dan dampak dari apa yang kita perbuat itu nanti nya bakalan ngerugiin diri kita sendiri juga,sampe berurusan dengan polisi juga lagi. jadi jaga sikap dimana pun kalian berada ya guys..
itu doang sih yang mau saya ceritain kali ini,semoga aja bermanfaat ya,makasih semuanyaa...
Senin, 11 September 2017
Tentang Saya
Siapa yang tau kalau saya akan masuk ke PKN STAN ? tidak ada yang tahu bahwa seorang anak dari ayah yang bekerja sebagai supir bus ini akan menjadi mahasiswa di PKN STAN. saya merupakan anak pertama dari 4 bersaudara,nama lengkap saya Donny Virgiawan Listanto biasa panggil Donny, saya lahir 19 tahun yang lalu di kota hujan pada tanggal 13 Juni.
Ketika di SMA tidak ada pikiran di benak saya bahwa saya akan jadi mahasiswa dikampus Ali Wardhana ini,dari kecil cita cita saya menjadi seorang pilot bahkan hampir setiap hari saya selalu mencari tahu informasi tentang penerbangan pada saat itu,mulai dari tentang sekolah penerbangan sampai ke berbagai fungsi dari tombol tombol yang ada dikokpit pesawat,namun harapan saya sirna ketika mengetahui STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) tidak membuka jurusan untuk penerbang pada tahun 2016 kala itu,bahkan STPI sudah tidak mendapatkan subsidi biaya lagi dari pemerintah jadi biaya sekolah disana menjadi sangat mahal. Pada suatu saat ada seseorang yang mengadakan sosialisasi ke SMA saya tentang PKN STAN,ia berkata bahwa di PKN STAN kuliah gratis karena di tanggung oleh negara dan langsung jadi pns setelah lulus nanti,saya tertarik namun saya masih berniat untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung,saya mengisi jalur undangan (SNMPTN) ke ITB dengan jurusan FTSL dan FTTM namun gagal,saya tidak berputus asa untuk masuk ke ITB,saya mencoba lagi mendaftar lewat jalur tes SBMPTN tapi tetap gagal juga,sangat sedih memang,namun saya tidak patah semangat,saya ikut tes PKN STAN kala itu di tahun 2016,saya sangat berharap saya dapat di terima karena ini kesempatan terakhir saya,tapi takdir berkata lain,saya langsung gagal di tahap pertama,harapan saya pupus,saya berfikir mau bagaimana masa depan saya nanti ???
Rasa nya sedih memang,melihat teman teman saya yang lain kuliah di universitas yang mereka inginkan sedangkan saya tidak berkuliah,sebenarnya saya di tawari kuliah oleh ayah saya di universitas gunadarma. Saya menolak dengan alasan tidak mau membebani orang tua saya yang nanti nya akan mengeluarkan biaya lebih besar jika saya berkuliah di universitas itu,kala itu saya berkomitmen untuk belajar lebih giat untuk tes SBMPTN tahun depan nanti dan juga tes PKN STAN,tetapi saya memutuskan untuk lebih fokus masuk ke PKN STAN karena ingin mengurangi beban orang tua saya. Di waktu waktu senggang saya belajar,hingga sampai pada waktu h-2 bulan USM PKN STAN di laksanakan,hampir setiap hari saya belajar,tidak mengenal waktu dan tempat saya sempatkan untuk belajar,yang terpikirkan oleh saya adalah "bagaimana jika saya tidak lolos SBMPTN dan PKN STAN tahun ini,mau jadi apa saya jika tidak lolos LAGI ? " , ini lah hal yang membuat saya takut akan kegagalan.
Tiba saat nya hari dimana saya menjalani tes USM PKN STAN,saya mengerjakan sehati hati mungkin karena sudah memiliki pengalaman tes dari tahun sebelumnya,seusai tes pikiran saya risau, "apakah jawaban saya benar? Apakah nilai saya lolos nilai mati ?" Singkat cerita saya lolos tahap 1,saya lanjut ke tes tahap 2 yaitu tes lari dan kebugaran,berlatih lari 3 kali sehari sudahlah teramat sangat cukup,saya latihan sudah seperti jadwal makan kala itu,ketika tes alhamdulillah masih lanjut,dan sampai ke tahap ke tiga,tahap terakhir,belajar dengan giat masih saya lakoni,seusai tes tahap 3 ini sebenarnya saya sudah optimis dapat kuliah di PKN STAN,karena melihat dari peringkatnya,saya sudah termasuk ke dalam kouta penerimaan mahasiswa PKN STAN,hari dimana pengumuman keluar saya sangat lah bergembira karena saya diterima di PKN STAN dengan prodi D3 Kepabeanan dan Cukai,bukan hanya itu,tes SBMPTN saya pun keterima..
Saya sangat bersyukur dapat di terima di PKN STAN dan juga SBMPTN tahun ini,semua ini berkat Allah swt karena telah mengizinkan saya untuk merasakan bangku kuliah,doa kedua orang tua saya serta dorongan semangat dari teman teman saya pun tak luput dari keberhasilan saya ini,tetapi yang terpenting adalah selalu giat belajar dan pantang menyerah,jika saya menyerah untuk tes lagi pada tahun ini apakah saya akan lolos ? Tidak! Jadi jangan pantang menyerah dan terus berdoa ya teman teman
mungkin sekian cerita tentang saya,terima kasih ya sudah membacaaa :D
Ketika di SMA tidak ada pikiran di benak saya bahwa saya akan jadi mahasiswa dikampus Ali Wardhana ini,dari kecil cita cita saya menjadi seorang pilot bahkan hampir setiap hari saya selalu mencari tahu informasi tentang penerbangan pada saat itu,mulai dari tentang sekolah penerbangan sampai ke berbagai fungsi dari tombol tombol yang ada dikokpit pesawat,namun harapan saya sirna ketika mengetahui STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia) tidak membuka jurusan untuk penerbang pada tahun 2016 kala itu,bahkan STPI sudah tidak mendapatkan subsidi biaya lagi dari pemerintah jadi biaya sekolah disana menjadi sangat mahal. Pada suatu saat ada seseorang yang mengadakan sosialisasi ke SMA saya tentang PKN STAN,ia berkata bahwa di PKN STAN kuliah gratis karena di tanggung oleh negara dan langsung jadi pns setelah lulus nanti,saya tertarik namun saya masih berniat untuk kuliah di Institut Teknologi Bandung,saya mengisi jalur undangan (SNMPTN) ke ITB dengan jurusan FTSL dan FTTM namun gagal,saya tidak berputus asa untuk masuk ke ITB,saya mencoba lagi mendaftar lewat jalur tes SBMPTN tapi tetap gagal juga,sangat sedih memang,namun saya tidak patah semangat,saya ikut tes PKN STAN kala itu di tahun 2016,saya sangat berharap saya dapat di terima karena ini kesempatan terakhir saya,tapi takdir berkata lain,saya langsung gagal di tahap pertama,harapan saya pupus,saya berfikir mau bagaimana masa depan saya nanti ???
Rasa nya sedih memang,melihat teman teman saya yang lain kuliah di universitas yang mereka inginkan sedangkan saya tidak berkuliah,sebenarnya saya di tawari kuliah oleh ayah saya di universitas gunadarma. Saya menolak dengan alasan tidak mau membebani orang tua saya yang nanti nya akan mengeluarkan biaya lebih besar jika saya berkuliah di universitas itu,kala itu saya berkomitmen untuk belajar lebih giat untuk tes SBMPTN tahun depan nanti dan juga tes PKN STAN,tetapi saya memutuskan untuk lebih fokus masuk ke PKN STAN karena ingin mengurangi beban orang tua saya. Di waktu waktu senggang saya belajar,hingga sampai pada waktu h-2 bulan USM PKN STAN di laksanakan,hampir setiap hari saya belajar,tidak mengenal waktu dan tempat saya sempatkan untuk belajar,yang terpikirkan oleh saya adalah "bagaimana jika saya tidak lolos SBMPTN dan PKN STAN tahun ini,mau jadi apa saya jika tidak lolos LAGI ? " , ini lah hal yang membuat saya takut akan kegagalan.
Tiba saat nya hari dimana saya menjalani tes USM PKN STAN,saya mengerjakan sehati hati mungkin karena sudah memiliki pengalaman tes dari tahun sebelumnya,seusai tes pikiran saya risau, "apakah jawaban saya benar? Apakah nilai saya lolos nilai mati ?" Singkat cerita saya lolos tahap 1,saya lanjut ke tes tahap 2 yaitu tes lari dan kebugaran,berlatih lari 3 kali sehari sudahlah teramat sangat cukup,saya latihan sudah seperti jadwal makan kala itu,ketika tes alhamdulillah masih lanjut,dan sampai ke tahap ke tiga,tahap terakhir,belajar dengan giat masih saya lakoni,seusai tes tahap 3 ini sebenarnya saya sudah optimis dapat kuliah di PKN STAN,karena melihat dari peringkatnya,saya sudah termasuk ke dalam kouta penerimaan mahasiswa PKN STAN,hari dimana pengumuman keluar saya sangat lah bergembira karena saya diterima di PKN STAN dengan prodi D3 Kepabeanan dan Cukai,bukan hanya itu,tes SBMPTN saya pun keterima..
Saya sangat bersyukur dapat di terima di PKN STAN dan juga SBMPTN tahun ini,semua ini berkat Allah swt karena telah mengizinkan saya untuk merasakan bangku kuliah,doa kedua orang tua saya serta dorongan semangat dari teman teman saya pun tak luput dari keberhasilan saya ini,tetapi yang terpenting adalah selalu giat belajar dan pantang menyerah,jika saya menyerah untuk tes lagi pada tahun ini apakah saya akan lolos ? Tidak! Jadi jangan pantang menyerah dan terus berdoa ya teman teman
mungkin sekian cerita tentang saya,terima kasih ya sudah membacaaa :D
Langganan:
Postingan (Atom)